Gelar Seminar Moderasi Beragama, Posko 16 Kuatkan Toleransi Antar Umat

 


Peserta Kuliah Kerja Nyata Moderasi Beragama (KKN-NMB) 2023 Posko 16, gelar seminar moderasi beragama pada Kamis (03/08/2023). Kegiatan berlangsung di Gereja Toraja Jemaat Imanuel Marinding, yang bertajuk “Rekonsiliasi Nilai-nilai Keberagaman dalam Mewujudkan Masyarakat yang Transformatif”.

Dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat yang berjumlah 61 orang, yang terdiri dari siswa dan guru dari SMP PGRI Marinding dan SMA PGRI Getengan, serta perwakilan tokoh masyarakat setempat, dan tak lupa Dosen Pembimbing Lapangan, Andi Bahri turut hadir dalam acara tersebut.

Dengan mengusung moderasi beragama dalam seminar maka tak lupa datangkan beberapa pemateri dari latar belakang agama yang berebeda, diantaranya perwakilan dari agama Kristen, Yosi, perwakilan dari agama Katolik, Yulianus Lombe, dan perwakilan dari agama Islam, Muhammad Nasir Toding.

Acara seminar moderasi beragama berlangsung dari pukul 09.00 hingga 13.30 WITA, diawali oleh sambutan Koordinator Lembang, lanjut dibuka oleh Ketua Badan Pengawas Lembang, Dahlan K. Bangapadang, berikutnya pemaparan materi dan sesi tanya jawab serta diskusi. 


Tana Toraja identik dengan Tongkonanan dan adat tradisinya, Tongkonan disisini memiliki peran sebagai rumah, menurut Dahlan “Tongkonan adalah rumah dan dalamnya terdapat syarat dan ketentuan yang tidak bisa dibuat-buat”, tuturnya.

Tongkonan melambangkan bentuk kerukunan, pertahanan, dan keadilan, di Lembang ini terdapat 11 Tongkonan yang sudah ada dari kerajaan Sangallla. Tongkonan merujuk pada arti persudaraan antar masyarakat. Keyakinan, agama, adalah hal utama, dan adat merupakan bentuk lingkungan.

“Yang berbeda tidak usah disamakan dan jangan cari perbedaannya, intinya saling menghormati dan menghargai”, tambah Dahlan.

Toleransi merupakan hasil dari sebuah bentuk kerukunan antar umat yang akan menimbulkan sebuah bentuk moderasi. Menurut Andi Bahri, “Toleransi adalah hasil, sedangkan moderasi adalah proses”, jelasnya.

Moderasi beragama merupakan hal wajib yang harus dipraktekan oleh masyarakat Indonesia, dengan beragam agama, suku, dan budaya yang ada maka sifat toleransi harus dijunjung tinggi.

“Perlunya moderasi beragama ialah karena kondisi dan situasi yang ada di Indonesia begitu beragam”, kata Yosi.

Seminar ini diharap dapat menjadi bahan pembelajaran oleh semua kalangan masyarakat khususnya di Lembang Marinding ini. "Saya bersyukur sekali ada di kegiatan ini, saya harap materi-materi yang disampaikan tadi dapat dibukukan agar menjadi bahan edukasi masyarakat. Karena di Marinding sendiri masih belum banyak yang tau", pungkas Dorce, Pendeta Gereja Toraja Jemaat Imanuel Marinding.


Penulis : Elyza

Sumber : Humas Posko 16



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengusung Program Kerja “Griya Budaya”, Posko 16 Dapat Dukungan

Angkat Pelepah Pisang Jadi Bahan Olahan Makanan, Posko 16 Support Pengembangan Ekonomi Kreatif Lembang Marinding

Kunjungi Gereja Toraja Jemaat Marinding, Posko 16 Dapat Sambutan Hangat