Posko 16 Melakukan Inkulturasi Pada Warga Marinding



Hari kedua kami di lembang Marinding (14/7/2023) posko 16 mencoba untuk berbaur dengan warga setempat. Kami singgah di salah satu rumah wraga, kehadiran kami disambut hangat oleh mereka. Warga tersebut memiliki beberapa ekor babi dan kerbau atau masyarakat Toraja menyebutnya dengan tedong.  Kami diberikan kesempatan untuk melihat ke kandang babi. Disana diperlihatkan proses memasak pangan babi yang terdiri dari bekatul, pelepah pisang, dan sayuran hijau yang disebut sayur babi.

Disela-sela kita melihat kandang babi, kami berbincang terkait bagaimana alasan warga memelihara babi

“dikarenakan setiap perayaan adat yang ada di Toraja memerlukan puluhan ekor babi. Walaupun banyak warga yang memelihara babi tetap saja permintaan ketika ada upacara adat juga tinggi. Hasil dari ternak babi bisa digunakan untuk biaya pendidikan anak-anak” ujar pemilik babi di dusun Salimbano.

Perbincanganpun dilanjutkan dengan kisaran harga babi di pasaran yang mencapai 8 jutaan dan untuk seekor tedong yang memiliki ciir-ciri yang diigunakan untuk upacara adat dapat mencapai puluhan juta.



Tak hanya membahas terkait itu saja, warga juga bercerita terkait rumah adat Toraja yang biasa disebut dengan Tongkonan. Di lembang Marinding sendiri memiliki 12 tongkonan. Bincang-bincang sore kali tentunya menambah informasi yang bermanfaat bagi peserta KKN Nusantara Moderasi Beragama. Selain peserta KKN berasal dari berbagai daerah kesempatan ini menjadi langkah awal untuk mengenal budaya Indonesia.


Penulis : Karisma

Sumber : Humas Posko 16

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengusung Program Kerja “Griya Budaya”, Posko 16 Dapat Dukungan

Angkat Pelepah Pisang Jadi Bahan Olahan Makanan, Posko 16 Support Pengembangan Ekonomi Kreatif Lembang Marinding

Kunjungi Gereja Toraja Jemaat Marinding, Posko 16 Dapat Sambutan Hangat